ALIF LAM RO



Sincan mengikuti tes masuk fakultas agama di salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia. Salah satu materi tes adalah baca alquran. Sincan memang sudah lancar baca alquran namun ia jarang membaca alquran. Ia belajar alquran sebatas bisa baca abatatsa saja dan tidak pernah belajar ilmu agama lagi. Ia memilih fakultas agama karena dianggapnya paling murah dan lebih memungkinkan untuk diterima.

Sincan tidak pernah merasa ada kesulitan dalam membaca alquran. Ia sudah memperkirakan dirinya mampu melewati tes ini dengan memuaskan. Ia lupa dengan fawatihussuwar yang jarang ia baca. Fawatihus suwar yang hanya terdiri dari beberapa huruf itu memang jarang diperhatikan banyak orang. Bagi mereka yang belum pernah hatam alquran atau hanya hatam pada waktu kecil saja, kemungkinan mereka akan lupa cara membacanya.

Dan ternyata Sincan mendapatkan suroh yang ada "alif lam ro" dalam tesnya. Sincan memulainya dengan taawwudz dan basmalahnya yang fasih. Selanjutnya sincan terdiam dengan keringat membasahi keningnya. Dia bingung dengan cara membaca huruf-furuf tidak berharokah itu. Tapi dia harus ambil keputusan untuk tetap bersuara atau membacanya. Dengan suara pelan dia membaca, "ular". Terasa kurang, tim penguji menyuruhnya mengulangi bacaannya, "ulangi. tidak jelas". Dengan suara agak keras sincan membaca, "ular". Sincan sadar bacaan salah. Sincan kesal karena harus mengulangnya. Dia pikir seharusnya dia tidak perlu disuruh mengulang, cukup diberi nilai saja. Mungkin bermaksud menjadikan bahan lelucon, tim penguji menyuruhnya mengulangi lagi. Dan kali ini Sincan dengan teriak membaca kalimat itu disertai cacian dan sumpah-serapahnya :

"ular..ular...ular..gak dengar telinganya. Sudah kubilang ular...ular,,Jangan jadi tim penguji kalau budek. Sudah, saya tidak mau kuliah disini..ular..ular ular gak dengar mulai tadi"


bagi sahabat santri yang mempunyai pengalaman unik dan lucu silahkan share melalui blog ini..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar