Sering kita dengar berita tentang nelayan Indonesia yang ditangkap polisi kelautan negara-negara tetangga. Kali ini ada cerita lucu dari pulau garam Madura. Orang madura memang dikenal polos, apa adanya, dan terlalu percaya diri. Bahkan, mereka bisa membantah polisi tanpa harus membuatnya marah.
Ketika pak Kardiman melaut untuk mencari ikan, ia bersama rombongannya tidak sadar kalau mereka sudah masuk teritorial laut Korea Selatan. Mereka merasa masih dalam kawasan Indonesia, antara Sulawesi atau Tarakan. Tapi disinilah mereka bisa mendapatkan ikan yang banyak sekali; di negeri orang. Mungkin di negeri sendiri sudah habis ikannya dicuri orang asing.
Ketika kapal sudah penuh dengan ikan dan mau dibawa pulang atau dijual ditengah (di madura biasanya ada kapal milik perusahaan pengolah ikan yang biasa membeli ikan hasil tangkapan mereka), tiba-tiba polisi korea datang menghampiri kapal Pak Kardiman. Pak Kardiman dan para awaknya kaget. Mereka merasa tidak punya salah. Salah satu dari polisi itu ada yang bisa bahasa indonesia. Mungkin ini bagian dari program mereka menyediakan transliter banyak bahasa. Sebagai kapten kapal pak Kardiman bertanya pada polisi :
Kardiman : ada apa Pak??
Polisi : Kalian telah masuk wilayah kami.
Kardiman : wah..!! Ini bukannya masih Indonesia, pak..?
Polisi : bukan, ini korea selatan. Kalian saya tahan dan ikannya kami sita.
Kardiman dengan polos dan wajah seperti orang tak punya salah menjawab,
"pak, kami boleh ditangkap tapi ikan kami tidak boleh bapak sita. Ini adalah ikan Madura yang lari dan kami kejar sampai kesini. Wilayah ini memang wilayah Korea, tapi ikannya ikan Madura", dengan dialek Maduranya..
Polisi kebingungan dan pusing empat keliling berbicara dengan Kardiman. Akhirnya pak Kardiman dibolehkan pulang bersama ikan-ikannya..
Ketika pak Kardiman melaut untuk mencari ikan, ia bersama rombongannya tidak sadar kalau mereka sudah masuk teritorial laut Korea Selatan. Mereka merasa masih dalam kawasan Indonesia, antara Sulawesi atau Tarakan. Tapi disinilah mereka bisa mendapatkan ikan yang banyak sekali; di negeri orang. Mungkin di negeri sendiri sudah habis ikannya dicuri orang asing.
Ketika kapal sudah penuh dengan ikan dan mau dibawa pulang atau dijual ditengah (di madura biasanya ada kapal milik perusahaan pengolah ikan yang biasa membeli ikan hasil tangkapan mereka), tiba-tiba polisi korea datang menghampiri kapal Pak Kardiman. Pak Kardiman dan para awaknya kaget. Mereka merasa tidak punya salah. Salah satu dari polisi itu ada yang bisa bahasa indonesia. Mungkin ini bagian dari program mereka menyediakan transliter banyak bahasa. Sebagai kapten kapal pak Kardiman bertanya pada polisi :
Kardiman : ada apa Pak??
Polisi : Kalian telah masuk wilayah kami.
Kardiman : wah..!! Ini bukannya masih Indonesia, pak..?
Polisi : bukan, ini korea selatan. Kalian saya tahan dan ikannya kami sita.
Kardiman dengan polos dan wajah seperti orang tak punya salah menjawab,
"pak, kami boleh ditangkap tapi ikan kami tidak boleh bapak sita. Ini adalah ikan Madura yang lari dan kami kejar sampai kesini. Wilayah ini memang wilayah Korea, tapi ikannya ikan Madura", dengan dialek Maduranya..
Polisi kebingungan dan pusing empat keliling berbicara dengan Kardiman. Akhirnya pak Kardiman dibolehkan pulang bersama ikan-ikannya..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar